Paid-by-Lazure.my.id

Laporkan Penyalahgunaan

Dalang kondang Ki Pandu Nur Prastiyo

Konten [Tampil]
Di kutip sumber dari seorang dozen bernama Salim, S.Sn., M.Sn di salah satu universitas di surakarta dan di berdayakan oleh seorang blogger rozak zak
Salah Kebudayaan jawa turun temurun dari zaman sunan kalijaga hingga sekarang ini yang masih tetap ada dan di uri-uri khususnya di tanah jawa. Di desa kami tepatnya desa tambakreja kecamatan kedung reja kabupaten cilacap telah lahir seorang laki-laki dan kini menjadi seorang dalang


 Ki Pandu Nur Prastiyo Seorang dalang muda asal Desa Tambakreja, Kedungreja, Cilacap, merupakan sosok yang langka di zaman sekarang. Di usianya yang masih tergolong remaja, ia memiliki keahlian dalam seni budaya tradisional Jawa, wayang kulit. Ini sangat berbeda dari kebanyakan anak muda seusianya yang lebih akrab dengan musik cadas, musik pop, atau bentuk kesenian modern lainnya. Lahir di Desa Tambakreja pada 29 Juni 2003, Pandu adalah anak dari pasangan Salim, S.Sn., M.Sn., dan Sukartini, S.Pd. 



 Sejak kecil, Pandu sudah menunjukkan minat besar terhadap wayang kulit, terutama tokoh Anoman. Kemampuannya dalam membuat wayang terus berkembang seiring bertambahnya usia. Saat duduk di bangku SMP, Pandu mulai menyukai permainan wayang atau mendalang. Setelah lulus SMP, ia melanjutkan pendidikan di SMKN 3 Banyumas, mengambil program studi pedalangan. Kemampuan Pandu semakin terasah setelah belajar pada Mbah Niman Anom Suroto, seorang dalang sepuh dari Cinyawang, Patimuan, serta belajar pada dalang Sikin Hadi Warsono, juga dari Cinyawang, Patimuan. Pandu mulai tampil di panggung saat kelas 3 SMK dalam acara sedekah bumi di Dusun Kalenpring, Desa Patimuan. 
Sejak saat itu, ia telah tampil dari satu tempat ke tempat lainnya, dari daerah ke daerah lain, serta dari kabupaten ke kabupaten lainnya, kabupaten Cilacap.Sukabumi dan kabupaten Klaten..
Terbaru Lebih lama

Related Posts

Posting Komentar

-->